Suaraairlangga.biz.id, Magetan — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Keluarga Besar Kyai Ageng Basyariyah Sewulan Madiun dan Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Ponorogo menginisiasi sebuah acara akbar bertajuk “Halaqoh Kebangsaan: Silaturahim Kebangsaan dalam Mendukung Pemberantasan Korupsi”. Acara ini akan diselenggarakan pada Ahad, 23 November 2025, di Masjid Indoor Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, mulai pukul 09.00 hingga 16.30 WIB.
Inisiatif besar ini dimotori oleh dua tokoh utama dari Dzuriyah, yakni Gus Tantowi Jauhari dan Gus Badrin Tholhah, serta mendapat dukungan penuh dari beberapa Pondok Pesantren besar dan Kyai sepuh di Jawa Timur.

Dua Sesi Utama: Diskusi dan Tabligh Akbar
Acara Halaqoh Kebangsaan ini akan dibagi menjadi dua sesi utama yang padat dan inspiratif:
1. Sesi Pertama (Diskusi/Seminar): Menghadirkan pembahasan mendalam mengenai peran serta Dzuriyah, Pondok Pesantren, dan seluruh elemen bangsa dalam upaya percepatan pembangunan dan penguatan integritas nasional, khususnya dalam mendukung Pemberantasan Korupsi.
2. Sesi Kedua (Pengajian/Tabligh Akbar): Puncak acara akan diisi dengan siraman rohani dan ceramah kebangsaan yang akan disampaikan oleh ulama kharismatik, Gus Kautsar (KH Abdurrahman Al Kautsar) dari Ploso, Kediri.

Menargetkan 10.000 Peserta dan Mengundang Presiden RI
Penyelenggara menargetkan minimal 10.000 orang akan hadir, terdiri dari segenap Keluarga Besar Kyai Ageng Basyariyah dan Kyai Ageng Muhammad Besari yang tersebar di seluruh pelosok negeri—mulai dari tokoh di bidang pendidikan umum maupun agama, civitas akademika, hingga para pemangku jabatan di pemerintahan daerah maupun pusat.
Tidak hanya itu, pimpinan dan perwakilan Pondok Pesantren dari seluruh penjuru Indonesia, bahkan beberapa dari luar negeri, juga turut diundang. Panitia juga sedang berikhtiar secara maksimal untuk dapat menghadirkan Bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto dalam acara bersejarah ini.

Mempererat Komunikasi dan Sumbangsih untuk Bangsa
Gus Badrin Tholhah menjelaskan filosofi di balik penyelenggaraan acara ini. “Dengan harapan terjalin komunikasi yang intens antar Dzuriyah dan memberikan sumbangsihnya bagi percepatan pembangunan Bangsa sebagaimana cita-cita Eyang Kyai Ageng Basyariyah Sewulan Madiun dan Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari,” ujarnya.
Halaqoh Kebangsaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahim akbar, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi para keturunan dan penerus perjuangan dua Kyai besar tersebut untuk menegaskan komitmen mereka dalam menjaga moral dan etika berbangsa, serta mendukung tegaknya keadilan melalui gerakan anti-korupsi. *[SA]



