Minggu, April 6, 2025
Google search engine
BerandaLamonganPerkuat Perkaderan, Gus Mukhlis Sampaikan Ke-NU-an di Makesta PR IPNU IPPNU Datinawong

Perkuat Perkaderan, Gus Mukhlis Sampaikan Ke-NU-an di Makesta PR IPNU IPPNU Datinawong

Suaraairlangga.com, Lamongan – Pada Kamis (18/05/2023), Ketua PAC GP (Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda) Ansor Kecamatan Babat, Gus M. Mukhlis, S.Pd.I, MM. menjadi pemateri acara MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Datinawong.

Makesta yang bertema “Mencetak Pelajar Nahdlatul Ulama Yang Unggul, Berintelektual dan Berdaya Saing di Era Globalisasi” ini, bertempat di Balai Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dan berlangsung pada Kamis – Sabtu, 18-20 Mei 2023, serta dihadiri 15 peserta dari Ranting Datinawong dan Ranting lain, juga Alumni IPNU IPPNU Datinawong.

Ketua Ranting IPNU Datinawong, M. Syakur Niam menyebut, Makesta Ranting kali ini adalah Makesta yang luar biasa, sebab menghadirkan beberapa narasumber yakni Gus M. Mukhlis, S.Pd.I, MM. (Ke-NU-an), Zaenal Abidin, S.Pd. (Ke-Aswaja-an), Asrori, S.Pd. (Kebangsaan), Zuhdi Ahmadi, S.Kom. (Keorganisasian), PAC IPNU IPPNU Babat (Ke- IPNU IPPNU-an dan Administrasi), M. Baddrudin Hakri, S.Pd. (Kepemimpinan).

“Makesta IPNU-IPPNU Pimpinan Ranting Datinawong memiliki narasumber-narasumber yang hebat dan sangat memotivasi bagi kader dikalangan pelajar NU. Salah satunya beliau Gus M. Mukhlis, S.Pd.I, MM. (Ketua PAC GP Ansor Babat dan PC Ansor Lamongan). Beliau adalah salah satu Alumni IPNU juga tokoh Ansor yang sangat memotivasi bagi para kader NU, khususnya Ranting Datinawong,” kata rekan Ubed Ketua PR IPNU Datinawong, Syakur Niam.

Rekan Syakur berharap atas terselenggaranya acara ini bisa memunculkan kader NU dikalangan pelajar NU yang beralkhlak Nahdliyyin, dan juga sebagai gerbang awal untuk anggota IPNU-IPPNU yang mempunyai kesetiaan dalam organisasi yang nanti muncullah kader penerus pengurus IPNU IPPNU di masa yang akan datang,

“Semoga dengan Makesta ini dapat menumbuhkan nilai aswaja di kalangan pelajar Nahdlatul Ulama melalui gerbang IPNU IPPNU, dan memunculkan kader penerus pengurus IPNU IPPNU di masa yang akan datang,” harap Rekan Syakur.

Sementara itu, Gus M. Mukhlis, S.Pd.I, MM. menyampaikan materi Ke-NU-an mulai dari sejarah sampai struktur organisasi dan lembaga – lembaga serta Banom (Badan Otonom) NU. Yangmana sejarah NU itu didirikan pada 16 Rajab 1344 H (yang bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926) di Kota Surabaya oleh Kyai Haji Muhammad Hasyim Asy’ari dan para pedagang untuk membela praktik Islam tradisionalis (sesuai dengan akidah Asy’ariyah dan fikih (Mazhab Syafi’i) dan kepentingan ekonomi anggotanya.

Adapun Hierarki Organisasi NU terdiri :

  1. Pengurus Besar (PBNU), untuk kepengurusan pusat tingkat nasional di Jakarta.
  2. Pengurus Wilayah (PWNU), untuk kepengurusan di tingkat provinsi.
  3. Pengurus Cabang (PCNU), untuk kepengurusan di tingkat kabupaten/kota.
  4. Majelis Wakil Cabang (MWCNU), untuk kepengurusan di tingkat kecamatan.
  5. Pengurus Ranting (PRNU), untuk kepengurusan di tingkat desa/kelurahan.
  6. Pengurus Anak Ranting (PARNU), untuk kepengurusan di tingkat dusun/masjid/kelompok.
  7. Pengurus Cabang Istimewa (PCINU), untuk kepengurusan di negara luar Indonesia.

Sedangkan Lembaga NU itu adalah perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan Nahdlatul Ulama sesuai dan berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan yang memerlukan penanganan khusus.

Untuk Lembaga Nahdlatul Ulama meliputi:

  1. Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)
  2. Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU)
  3. Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LPMNU)
  4. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU)
  5. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU)
  6. Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU)
  7. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU)
  8. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU)
  9. Lembaga Kajian & Pengembangan SDM Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM-NU)
  10. Lembaga Penyuluhan & Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU)
  11. Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (LESBUMI)
  12. Lembaga Zakat, Infaq, & Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU)
  13. Lembaga Waqaf & Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU)
  14. Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU)
  15. Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU)
  16. Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBPINU)
  17. Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU)
  18. Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU)

Lalu ada Banom (Badan Otonom NU) yang merupakan perangkat organisasi Nahdlatul Ulama yang berfungsi melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu dan beranggotakan perorangan. Serta Badan Otonom dikelompokkan dalam kategori Badan Otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu, dan Badan Otonom berbasis profesi dan kekhususan lainnya.

Untuk jenis badan otonom berbasis usia dan kelompok masyarakat tertentu terdiri :

  1. Gerakan Pemuda Ansor
  2. Muslimat
  3. Fatayat
  4. katan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)
  5. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU)
  6. Jam’iyatul Qurra’ wal Huffazh (JQH)
  7. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)
  8. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
  9. Pencak Silat Pagar Nusa
  10. Jam’iyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah an Nahdliyah (Jatman)
  11. Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari)
  12. Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)
  13. Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi)
  14. Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU)
  15. Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) – Diusulkan di Muktamar 34 Lampung 2021.

Lebih lanjut Gus Mukhlis menerangkan IPNU IPNU, bahwa IPNU yang berdiri pada tanggal 24 Februari tahun 1954 di Semarang itu Anggotanya adalah pelajar dan santri laki-laki NU yang berusia maksimal 27 tahun. Dan IPNU ini memiliki organisasi kepanduan di bawahnya, yaitu Corp Brigade Pembangunan atau CBP yang lahir pada Oktober 1964 di Pekalongan.

Lalu diterangkan pula, Ikatan Pelajar Putri NU atau IPPNU yang berdiri lahir pada 2 Maret 1955 di Malang ini, Anggotanya adalah pelajar dan santri perempuan NU yang berusia maksimal 27 tahun. IPPNU memiliki organisasi kepanduan bernama Korps Pelajar Putri atau KPP yang lahir di Pekalongan.

“Semoga adik – adik dalam menjalani perkaderan di IPNU IPPNU ini mendapatkan keberkahan, sehingga menjadi kader yang sukses di dunia akherat, Aaamiin,” harap Gus Mukhlis.

Dalam kesempatan ini para peserta Makesta PR IPNU IPPNU Datinawong sangat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan, diantaranya terkait administrasi dan lainnya sebagainya. Lalu Usai Gus Mukhlis menyampaikan materinya dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan foto bersama peserta Makesta. *[SA]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR