Minggu, April 6, 2025
Google search engine
BerandaBupatiDinkes Jatim Harapkan GRISELA Jadi Percontohan Kelompok Asman Toga

Dinkes Jatim Harapkan GRISELA Jadi Percontohan Kelompok Asman Toga

Suaraairlangga.com, Lamongan – Bertempat di Guest House Lamongan, Kamis (11/08/2022), Bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi (Haji YES) didampingi Wakil Bupati Lamongan, H. Abdul Rouf, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan, dr. Taufik Hidayat, dan Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi menerima Tim Juri Penilaian Kelompok Asman (Asuhan Mandiri) pemanfaatan TOGA (Taman Obat Keluarga) dan Akupresur Jawa Timur (Jatim) – Dinkes Provinsi Jatim.

Dalam penilaian tersebut, Bupati YES, menyampaikan 7 poin terkait Asman, mulai dari kebijakan Pemkab Lamongan, (1) Pembinaan dan Pemberdayaan, (2) Anggaran, (3) Kolaborasi lintas sektor (tripel helix), (4) Griya Sehat Lamongan (GRISELA), (5) Pengenalan produk Asman pada event-event besar, (6) Study Bandung, dan (7) Kampanye gerakan toga hingga inovasi-inovasi yang dilakukan Kabupaten Lamongannya.

Sebagai pengimplementasian misi kedua, dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak yang responsif terhadap perubahan zaman, Bupati YES, memperkuat dengan beberapa arah kebijakan disektor kesehatan, seperti (a) Pembentukan komitmen stekholder untuk penguatan Asman, (b) Pengalokasian 8% Dana Desa untuk penguatan Asman, (c) intruksi Bupati dengan gerakan “Jumat Minum Jamu”.

“Ini didalamnya ada jamu, yang memang minum jamu sudah menjadi kebiasaan masyarakat Lamongan untuk menjaga kesehatan, ada pijat juga yang sudah turun-temurun untuk mengatasi masalah kesehatan ringan, dan Kabupaten Lamongan memiliki 595 penyehat tradisional dengan 120 orang ber-STPS,” ungkap Haji YES.

Haji YES menambahkan, ada crosscuting dan kolaborasi sebagai bentuk strategi untuk penguatan kelompok Asman. Yang didalamnya termasuk ada MOU dengan pasar modern, yakni produk UMKM dan Produk Asman bisa di pasarkan di Indomaret yang sampai sekarangpun masih terus berjalan.

“Selain itu juga pembentukan duta Asman dari pelajar yang kita harapkan dapat menjadi pelopor industri Asman Toga dimasa depan,” kata Bupati YES.

Diketahui, Kelompok Asman yang ada di Kabupaten Lamongan, sejak dibentuk pada tahun 2018, hingga saat ini, terdapat 135 Kelompok Asman Toga yang terintegrasi di seluruh Kecamatan Se-Kabupaten Lamongan.

Sementara itu, dr. Ninis Herlina Kirana Sari, selaku Ketua Tim Panelis Asman Toga dan Akupresur Jatim mengapresiasi atas upaya dan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam Asman Toga.

“Saya mengapresiasi sekali Pak Bupati apa yang tadi telah dipaparkan, disesi pertama ini, kami mendapatkan poin-poin, ada 4 poin yang ingin kami konfirmasi di tingkat Kabupaten. Namun tadi yang sudah disampaikan Pak Bupati ada 7 poin, artinya ada inovasi-inovasi di Kabupaten Lamongan, misalnya tadi ada kolaborasi,” kata dr. Ninis.

Lebih lanjut, dr. Ninis mengatakan, jika adanya inovasi dalam peningkatan pemberdayaan ekonomi akan menjadi nilai plus dari kelompok Asman. Selain itu, dr. Ninis juga mengapresiasi telah terbentuknya MOU dengan stekholder.

“Artinya ini sudah ada tindak lanjut dari produk-produk atau upaya-upaya masyarakat yang bisa bersambung, bagaimana di masyarakat ada Asman Toga yang sudah dimanfaatkan untuk itu,” jelas dr. Ninis.

Lebih lanjut, dr. Ninis mengatakan, Griya Sehat Lamongan (GRISELA) diharapkan dapat menjadi percontohan atau study banding bagi Kabupaten/Kota lain.

“Belum semua Kabupaten/Kota memiliki Griya Sehat ini, dengan adanya GRISELA di Lamongan ini, harapan kami GRISELA ini menjadi study banding bagi Kabupaten lain dan menjadi sebuah aset Jawa Timur,” tutup dr. Ninis. *[SA]

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

TERPOPULER

KOMENTAR