Suaraairlangga.com, Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus berupaya untuk mewujudkan desa-desa mandiri di Kabupaten Lamongan. Adanya UU No.6 tahun 2014 tentang desa, menjadi pembuka jalan untuk kebangkitan desa di Indonesia termasuk Kabupaten Lamongan.
Menjadi Kabupaten dengan jumlah desa terbanyak di Jawa timur, Pemkab Lamongan terus melakukan penggalian potensi desa maupun peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), salah satunya dengan cara memberikan pelatihan peningkatan kapasitas mandiri Asosiasi Pegiat Desa Indonesia (APDI) Kabupaten Lamongan, yang diikuti 153 anggota APDI, di Aula Gajah Mada, Lt. 7 Pemkab Lamongan, Selasa (09/08/2022).
Bupati Lamongan, H. Yuhronur Efendi (Haji YES) dalam sambutannya menyampaikan, Pemkab Lamongan terus mendorong pendamping desa untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan melakukan pendekatan Akronimtis.
“Ini untuk menuju perencanaan dan pelaksana pembangunan desa yang tematik, holistik, integrasi, dan spasial atau yang biasa kita sebut dengan pendekatan akronimtis,” ucap Bupati YES saat membuka pelatihan ini.
Saat ini, desa-desa di Lamongan 97 desa bertatus mandiri, 189 berstatus maju, dan 176 berstatus desa berkembang. Melihat masih banyaknya desa yang belum masuk kedalam status mandiri, Pemkab Lamongan terus mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) untuk menjadi sistem pemerintahan yang regional, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.
“Pemdes kalau sudah mencapai efektif, efisien, transparan, ciri-ciri itu dapat dikatakan pemerintahan yang modern. Dan yang paling penting itu Akuntabel atau terukur, semuanya itu ada ukurannya atau ada indikatornya, jadi tidak semata-mata dikatakan desa maju, tapi tidak ada ukurannya,” jelas Bupati YES.
Selain itu, Pemkab Lamongan juga terus berupaya menuju manajemen pemerintahan yang modern dan berstandar internasional. Terlebih, kata Bupati YES, adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, harus diiringi dengan peningkatan pola-pola perkembangannya.
“Dengan membentuk pendamping-pendamping yang kompeten, terus mendampingi, serta membersamai desa dan memanfaatkan teknologi informasi untuk mencapai tujuan SDGs,” ungkap Bupati YES.
Sebagai tenaga pendamping profesional, menurut Haji YES, peningkatan kapasistas dan kapabilitas merupakan hal penting untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas.
“Momentum ini merupakan hal yang sangat penting, dan pemerintah akan mendukung langkah-langkah strategis pendampingan desa. Dan ketika ini berhasil, tentu dapat meningkatkan layanan publik yang nantinya untuk mengatasi kesenjangan, dan ketahanan sosial budaya masyarakat desa,” ucap Bupati YES.
Esensi ketahanan sosial, menurut Bupati YES, yaitu masyarakat desa yang saling gotong royong dan berpadu.
“Kita terus menumbuhkan sosial dan budaya gotong royong di masyarakat seperti kita melakukan peliharan, memberikan dorongan untuk menjadi desa mandiri,” ujar Bupati YES.
Dengan mengambil tema “Penyelarasan Program Pembangunan Desa Dan Nasional”, Ketua APDI Kabupaten Lamongan, Iskandar mengatakan, harus ada keselarasan antara pemerintah pusat dengan desa.
“Kita seluruhnya harus menyelaraskan program-program dari pusat hingga desa,” pungkas Iskandar. *[SA]