Suaraairlangga.com, Lamogan – Usai Shalat Idul Fitri di Halaman Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas IIB Lamongan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur, Senin (02/05/2022), Plt. Kepala Lapas Lamongan, Mahrus bersama jajarannya menyerahkan Remisi Khusus Hari Raya Tahun 2022 kepada 354 WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan).
Menurut Mahrus, bahwa berdasarkan Pasal 1 Ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia, Remisi merupakan pengurangan masa pidana yang diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana yang telah berkelakuan baik selama menjalani pidana terkecuali Terpidana Mati dan atau pidana seumur hidup. Terdapat beberapa remisi yang diberikan kepada narapidana dan anak pidana salah satunya Remisi Khusus Hari Raya.
“Terdapat beberapa besaran pengurangan masa pidana yang diberikan kepada Narapidana mulai dari 15 Hari, 1 bulan, 1 bulan 15 Hari, hingga 2 bulan,” kata Mahrus dalam sambutannya.
Dijelaskannya, bahwa Pengusulan Remisi disampaikan melalui aplikasi Sistem Data Base Pemasyarakatan (SDP) secara Cepat, Transparan dan bersih tanpa adanya biaya apapun.
“Untuk pengusulan Remisi kita tidak pungut biaya sepeserpun alias gratis,” tandasnya.
Dalam kegiatan ini, Mahrus berpesan kepada WBP yang mendapatkan Remisi agar tetap berkelakuan baik, dan tetap mengikuti segala pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas Lamongan.
“Dengan mendapatkannya Remisi ini, saya harap Seluruh WBP tetap melaksanakan kewajibannya, supaya kami dapat memenuhi hak-hak kalian agar cepat bebas dan dapat berkumpul kembali kepada keluarga, serta saya harap tidak mengulangi tindak pidana kembali,” pesannya.
Penting diketahui, menurut pasal 34 Peraturan Pemerintah No. 99 Tahun 2012, bahwa setiap narapidana dan anak pidana berhak mendapatkan remisi. Namun terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu Narapidana harus berkelakuan baik dan telah menjalani pidana lebih dari 6 bulan penjara, tidak menjalani hukuman disiplin selama 6 bulan terakhir (terhitung sebelum tanggal pemberian remisi), serta telah mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pemasyarakatan dan atau Rumah Tahanan Negara. *[JP]