Suaraairlangga.com, Lamongan – Guna mendukung terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan Desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Soekaryo, MM. menghadiri peresmian program Ekosistem Digital Desa atau Smart Desa secara Nasional dan Panen Padi Organic di Desa Deketagung, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Senin (21/03/2022).
Acara yang diadakan DPC APEDI (Asosiasi Pengusaha Desa Indonesia) Lamongan bersama DPD APEDI Jatim dan DPP APEDI ini, dihadiri juga Kepala DPMD Kabupaten Lamongan, Khusnul Yaqin, serta Asdep Pemberdayaan Kawasan dan Mobilitas Spasial Kemenko PMK RI, Ir. Mustikorini Indrijatiningrum secara online. Lalu tampak hadir pula Eksekutif Vice Presiden Direktur PT Telkom DBS, Pontjo Suharwono, dan Direktur Utama
PT. Sankara Mulia Nusantara, Ardinatha Sanjaya Putra, serta undangan lainnya.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi adalah sebuah keharusan saat ini untuk membangun Indonesia. Seperti halnya
program – program gubernur Jatim yang telah berhasil mengembangkan Desa Mandiri, sehingga Jatim menjadi Provinsi dengan Desa Mandiri terbanyak di Indonesia, serta menurunkan tingkat kemiskinan. Untuk itu, penting sekali pembagian peran dari setiap pihak untuk turut serta membangun desa,” kata Soekaryo dalam sambutannya.
Sementara itu, Presiden DPP APEDI, Moh. Irfan menyampaikan Visi APEDI itu untuk mengembangkan ekonomi desa, dimulai dengan membangun infrastruktur dan peningkatan hasil budiya komoditi desa, dan diwujudkan dengan pelaksanaan program ekosistem digital ini. Adapun program Ekosistem Digital Desa ini sendiri merupakan pengembangan dari program jaringan desa online yang dimiliki oleh APEDI.
“Program Ekosistem Digital Desa ini terdiri dari sistem layanan publik berbasis elektronik atau yang biasa dikenal dengan istilah smart desa. Dalam hal ini penyedia aplikasi layanan, APEDI bekerjasama dengan PT. JEKOM, sensorik data atau tenaga ahli desa untuk pencari data dan juga tenaga IT desa yang memanfaatkan pemuda asli desa atau karang taruna, sehingga website dan database desa tidak pernah kosong, dan selalu memiliki input data yang baik, dan jaringan internet desa juga marketplace, serta pemanfaatan teknologi sekaligus IOT dalam produksi desa,” kata Moh. Irfan.
Ditambahkannya, pada percontohan yang dilakukan di Desa Deketagung ini, sistem IOT yang terpasang adalah sensor unsur hara tanah di sawah dan drone untuk penyiraman pupuk dan pestisida organik, untuk mewujudkan teknologi ini APEDI berkolaborasi dengan TELKOM. Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur internet dan smart desa APEDI menyalurkan CSR dari PT. Sankara Mulia Nusantara yang dalam peresmian ini juga berkesempatan menyerahkan bantuann CSR untuk satu tahun senilai 2 M kepada DPP APEDI untuk merealisasikan program – program serupa di Desa Se- Indonesia.
“Terima kasih atas CSR Rp.2 Miliar dari PT. Sankara MN kepada DPP APEDI untuk mendukung program Ekosistem Digital Desa Se- Indonesia. Dan terima kasih pula kepada Telkom, Jekom, DPMD Jatim juga DPMD Lamongan, serta semua fihak atas dukungannya menyukseskan Ekosistem Digital Desa,” tutur Moh. Irfan.
Disampaikan pula, pada Peresmian ini juga menjadi awal kolaborasi APEDI untuk melakukan MOU kerjasama dengan TELKOM untuk merealisasikan Ekosistem Digital Desa di seluruh Indonesia. Selain itu juga berkolaborasi dengan PT. Sankara Mitra Mulia, PT. INTENS, PT. JEKOM, dan PT Anugrah Pratama.
“Program Ekosistem Digital Desa ini, merupakan penyaluran dari CSR dan juga investasi yang bersifat swasta, sehingga tidak menggunakan dana pemerintah,” ungkap Moh. Irfan.
Melalui program ini, lanjutnya. APEDI berharap bisa dijadikan contoh program bagi desa – desa di seluruh Indonesia agar dapat melakukan program serupa, selain memberikan sumber pemasukan bagi desa, program ini juga menjadi awal untuk memajukan desa – desa di Indonesia, karena melalui program ini APEDI membawa konsep industry 5.0 untuk mulai diterapkan di desa –desa.
“Tidak hanya sekedar membawa digitalisasi, APEDI juga berupaya untuk membuat kontrak pembelian hasil komoditi desa secara berkelanjutan dengan menggunakan sistem smart kontrak. Program ekosistem digital desa ini sendiri telah ada di beberapa desa di Indonesia, dan desa deketagung dipilih sebagai tempat untuk melakukan peresmian,” jelas Moh. Irfan.
Sementara itu, dalam sambutannya. Eksekutif Vice Presiden Direktur PT Telkom DBS, Pontjo Suharwono mengapresiasi Program Ekosistem Digital Desa atau Smart Desa yang dilaksanakan APEDI. Karena hal itu akan mempercepat terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan Desa-Desa khususnya di Jatim ini.
“Sebagai bentuk komitmen terhadap kemajuan dan kesejahteraan Desa-Desa di Jatim, maka kami berikan CSR sebesar Rp.1 Miliar kepada DPD APEDI Jatim, dan kepada Desa Deketagung untuk pengadaan ambulan serta barang2 kebutuhan Klinik Kesehatan Desa Deketagung ini,” kata Pontjo Suharwono.
Masih dalam kesempatan ini, Kades Deketagung, Mujiono berterima kasih atas dukungan DPMD Jatim dan DPMP Lamongan, APEDI, Telkom, Sankara, Jekom dan semua fihak dalam mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan Desa Deketagung ini.
“Terima kasih semua fihak yang telah mendukung terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan Deketagung ini,” tutur Kades Mujiono.
Usai peresmian program Ekosistem Digital Desa atau Smart Desa, Kepala DPMD Jatim bersama Kepala DPMD Kabupaten Lamongan dan para pengurus APEDI, serta Telkom, Sankara, Jekom dan para undangan melakukan Panen Raya Padi Organic dan menyaksikan drone pertanian, serta penggunaan pompa celup portable untuk irigasi di Demplot Padi Organic Desa Deketagung yang dikelola DPD APEDI Jatim dan DPC APEDI Lamongan.
“Alhamdulillah, Program Ekosistem Digital Desa atau Smart Desa telah diresmikan, dan Demplot Padi Organic di Deketagung hari ini melakukan Panen perdananya. Semoga program smart Desa dan pertanian Organic selain di Lamongan bisa dikembangkan di Jawa Timur ini,” harap Ketua Dewan Pembina DPD APEDI Jatim, Badrin Tholchah.
Selain itu, Badrin berharap penggunaan teknologi yang memudahkan petani ini bisa dilakukan oleh BUMDES untuk kemudian disewakan kepada para petani, sehingga mampu menjadi model bisnis yang berkelanjutan dan memberikan peran BUMDES sebagai sentral penguatan ekonomi pada level desa. *[JP]