Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) Cabang Bojonegoro Periode 2021-2022 dilantik secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB) HmI, Raihan Ariatama di Pendopo Malwopati Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (18/09/2021).
Ketum HmI Cabang Bojonegoro, Albi Shobah menyampaikan, kegiatan ini adalah sebuah momentum penting kader Himpunan sebagai mata rantai regenarasi penerus perjuangan dan sekaligus tujuan HmI, yaitu terbinanya insan akademis pencipta pengabdi yang bernafaskan islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridloi Allah SWT.
“HmI itu sebagai organisasi kemahasiswaan harus tetap pada bingkai tujuannya. Selain itu akan berupaya meningkatkan kualitas anggota HmI pada realitas kehidupan masa kini,” ucap Ketua Umum HmI Cabang Bojonegoro, Albi Shobah dalam sambutannya.
Ditambahkannya, para ilmuan menyebutkan, bahwa sebagian besar anggota HmI lahir diantara tahun 1995-1999 yang biasa disebut dengan Igen, internet generations atau juga “influicer”, yaitu generasi yang haus pengetahuan, memiliki kecakapan digital. Maka sebagai kader umat dan kader bangsa harus menjadi bagian penting perubahan, yang senantiasa melakukan perubahan ke arah kebaikan.
“Menurut Jendral Besar Sudirman, bahwa HmI tidak hanya satu bagai Himpunan Mahasiswa Islam, melainkan menjadi Harapan Masyarakat Indonesia,” ungkap Albi bersemangat.
Sementara itu, Ketum PB HmI, Raihan Ariatama menyampaikan, bahwa banyak hal terkait perkembangan teknologi yang begitu masif, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Menurutnya teknologi bersifat Determinisme, disatu sisi memberikan manfaat, namun disisi lain melahirkan efek negatif bila tidak bijak menyikapinya.
“Contoh kecil Facebook dicipta agar mempermudah manusia melakukan komunikasi, namun diluar nalar Facebook juga menjadi sarana mempermudah kriminalisasi. Hingga tak jarang digunakan untuk penipuan serta penyebaran berita hoax hingga dapat mengganggu persatuan bangsa,” tandas Raihan sapaan Ketum PB HmI.
Ditambahkannya, demikian halnya dengan twitter, WA, IG, dan lain-lain. Meski kelompok Cipayung yang didalamnya ada HmI, PMII, IMM, GMNI, dan lain-lain telah melakukan upaya dalam menciptakan nasionalisme, tapi untensitasnya masih kalah dengan faham radikalisme dan terorisme.
Selain itu, Raihan menyampaikan pula kepada pengurus HmI Cabang Bojonegoro yang baru dilantik, bahwa persoalan mendasar negeri ini sekarang adalah covid 19. Karenanya, adik-adik harus mampu berkolaborasi dengan semua komponen bangsa, untuk bagaimana covid 19 segera berahir. Karena covid telah melahirkan efek domino, termasuk ekonomi, sosial, hingga politik.
“Meski dalam kwartal terakhir khusus dibidang ekonomi telah plus 7,17, namun karena sebelumnya telah minus 7, maka kenaikan kali ini hanyalah masih bersifat semu. Maka kedepan HmI tidak hanya berbicara tentang kaderisasi kedalam, namun bagaimana HmI mampu memberikan dampak manfaat, khususnya dalam penanganan Covid 19,” harap Raihan.
Dalam pelantikan ini, hadir pula Bupati Bojonegoro, Ana Muawanah. Bupati menyampaikan diantaranya tentang komunikasi para komunitas muda termasuk HmI harus ditingkatkan. Terkait kritik, dirinya menyambut baik, asal dilakukan dalam rangka konstruktif.
“Atas nama Pemkab Bojonegoro, kami minta dukungan terkait program – program yang sedang dan akan dijalankan, termasuk beasiswa satu desa dua sarjana, program penanggulangan stunting, dan KIPOB (Kartu Potensi Olahraga Bojonegoro). Dimana program KIPOB ini guna mengembangkan potensi anak didik dibidang olahraga sejak dini. Kita ingin memperkenalkan Bojonegoro dengan olahraganya,” kata Bupati Ana Muawanah.
Penting diketahui, acara ini berlangsung meriah, hal itu terlihat dengan kehadiran pula Anggota DPR RI Komisi II – Mas Ali Mufti, KAHMI MD Bojonegoro, Anggota HmI dan para undangan. *[JP]