Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Sebanyak 45 Tim Programer dan Developer Aplikasi Se- Indonesia mengikuti Lomba Hackathon (Hacking Marathon) yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro bersama Relawan TIK Bojonegoro selama dua hari (27 – 28 November 2010) di Gedung Maharani BAKORWIL Bojonegoro.
“Kami sangat bersyukur Lomba Hackathon ini mendapat sambutan luar biasa dengan jumlah peserta yang cukup fantastis banyaknya, padahal biasanya lomba Hackathon hanya diikuti 10 tim hingga 15 tim, yang masing-masing tim terdiri dari empat orang ” kata Soepriyanto, selaku Ketua Dewan Juri lomba kepada Bengawanpost, Kamis (28/11/2019).
Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto menyampaikan, bahwa seluruh peserta Lomba Hackathon yang bertema “Bojonegoro Produktif” telah bekerja keras coding selama 24 jam nonstop, untuk menyelesaikan aplikasi yang menjadi solusi problem Ketenagakerjaan dan IKM Online.
“Melalui kompetisi ini, para peserta ditantang untuk berinovasi menciptakan ide-ide berbasis teknologi informasi untuk menyelesaikan permasalahan para pencari kerja, yang tentunya dapat dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat,” ucap Agus Supriyanto.
Agus Supriyanto menambahkan, bahwa setelah melalui persaingan yang sangat ketat, akhirnya terpilih 3 tim yang berhasil menyelesaikan aplikasi dengan bagus dan menjadi juara dalam Hacking Marathon. Adapun 3 tim tersebut, yakni tim MIKA dari Surabaya berhasil menjadi juara 1, sedangkan Juara 2 dimenangkan tim BUKU SPASSO dari Jogja, serta Juara 3 diraih tim VIBRI Surabaya.
“Tiga aplikasi terbaik dalam lomba Hackathon ini, diharapkan bisa dikembangkan untuk menyelesaikan problem ketenagakerjaan yang sedang dihadapi pemerintah dan masyarakat di era milenial,” kata Agus Supriyanto.

Terpisah, Rifaun Naim, selaku Ketua pelaksana panitia Hackathon Bojonegoro 2019 berterima kasih banyak kepada seluruh programer dari berbagai kota di Indonesia yang ikut berpartisipasi untuk menyelesaikan masalah, dan memberi solusi dengan aplikasi digital untuk Ketenagakerjaan dan pemasaran produk IKM online.
“Kedepan diharapkan aplikasi-aplikasi yang terpilih menjadi juara bisa dikembangkan dan diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” pungkas Rifaun Naim penuh harap. *[JP]