Suaraairlangga.com, Bojonegoro – M.Yasin, selaku Kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat & Desa) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyerahkan bantuan Program Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) PFK (Penanggulan Feminisasi Kemiskinan) serta Jalin Matra BRTSM (Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin) kepada 58 orang masyarakat Se- Kabupaten Bojonegoro.
Adapun 58 orang yang menerima bantuan berupa barang untuk modal usaha dan sembako dengan masing – masing senilai 2.5 Juta ini, berada di Desa Bendo, Kecamatan Kapas sebanyak 10 orang KRTP (Kepala Rumah Tangga Perempuan) dan di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk sebanyak 16 KRTP. Serta 42 orang RTS (Rumah Tangga Sasaran) di Desa / Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
“Saya disini diutus oleh Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa untuk menyapa saudara dan menyerahkan bantuan Program Jalin Matra secara langsung. Semoga usaha yang akan dijalankan bisa lancar dan mampu menjadikan warisan kepada anak cucu kelak berupa usaha atau minimal semangat untuk berjuang melawan kemiskinan,” demikian sambutan Kepala DPMD Provinsi Jatim, M.Yasin di Bojonegoro, Sabtu (10/08/2019).

Ditambahkannya, bahwa Jalin Matra baik PFK, RTSM dan PK2 (Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan) itu merupakan Program Pemprov Jatim yang didesain khusus dan inklusif bagi masyarakat yang belum beruntung secara ekonomi, sosial dan budaya berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) sejak Bulan Desember 2014.
Disampaikan pula, pada tahun 2019 ini, Pemprov Jatim memberikan bantuan Jalin Matra kepada 23 Desa Se- Kabupaten Bojonegoro yang terdiri dari Jalin Matra PFK sebanyak 230 KRTP dari 12 Desa, dan Jalin Matra BRTSM sebanyak 221 RTS dari 6 Desa, serta Jalin Matra PK2 sebanyak 5 Bumdes (Badan Usaha Milik Desa).
“Jalin Matra ini untuk mengentaskan kemiskinan di Jatim, karena berdasarkan data TNP2K bahwa jumlah penduduk miskin di Jatim hingga Maret 2019 tercatat mencapai 4.1 Juta/10,37 persen dari total penduduk Jatim. Termasuk jumlah penduduk miskin di Bojonegoro pada Maret 2018 tercatat sebanyak 163.940 jiwa (13,16 persen) dari total penduduknya tahun 2018 sebanyak 1.311.042 jiwa, dengan garis kemiskinan/kapita/bulan Rp.330.544,” ungkap M.Yasin.

Penting diketahui, pemberian bantuan modal barang usaha dalam Jalin Matra di Bojonegoro Tahun 2019 ini untuk berbagai Jenis usaha yang akan dilakukan, diantaranya warung mrancang, warung kopi, bidang peternakan, bidang pertanian, bidang usaha lainnya.
“Terima kasih Pemprov Jatim dan semua fihak atas bantuannya kepada saya yang berusaha jualan gethuk, klepon dan aneka jajanan lainnya. Semoga berkah dan bermanfaat meningkatkan ekonomi keluarga kami,” ucap keluarga Yasmi, KRTP asal Desa Bendo yang menerima bantuan tersebut.
Sementara itu, acara ini berlangsung bahagia dan penuh kekeluargaan, apalagi dengan kehadiran Djuana Poerwiyanto (Sekretaris DPMD Bojonegoro), Heru Sugiharto (Camat Trucuk), Ngadenan (Sekcam Gayam), Andi Prabowo (Kades Bendo), Mukhamad Gupianto (Kades Banjarsari) dan Winto (Kades Gayam), serta fihak terkait lainnya. *[JP]