Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Bertempat di halaman selatan Gedung Mayor Sogo Universitas Bojonegoro (Unigoro), Sabtu (03/08/2019) pagi, sebanyak 603 mahasiswa Unigoro mengikuti upacara pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2019.
Upacara yang dipimpin Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH. MM. M.Hum. ini dihadiri dewan pimpinan Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro dan pejabat struktural di lingkup Unigoro.
Adapun 603 mahasiswa yang menjadi peserta KKN Tematik 2019 akan dibagi menjadi 17 kelompok yang akan disebar di 16 Kecamatan berbeda yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si. M.Sc. dalam laporannya menyampaikan, tema besar yang diangkat dalam KKN tahun ini adalah, Unigoro Bersinergi Membangun Kawasan Ekonomi Pedesaan.
Menurutnya, tema tersebut merupakan wujud kontribusi Unigoro dalam membangun dan mengembangkan 19 kawasan pedesaan di Kabupaten Bojonegoro yang ditetapkan sebagai kawasan ekonomi pedesaan.
“Kami harapkan para peserta KKN dapat membawa nama baik Unigoro saat terjun ke masyarakat. Selain itu juga dapat melaksanakan program yang direncanakan dengan baik,” pesan Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati, S.Si. M.Sc.
Sementara itu, Ketua YSB – Unigoro, Arief Januwarso, S.Sos. M.Si. menambahkan, dengan adanya 17 program KKN Tematik 2019 ini, kehadiran para mahasiswa diharapkan akan dapat menerapkan program tersebut dan membawa dampak nyata bagi perkembangan ekonomi desa. Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik tahun ini berbeda dengan yang pernah ada sebelumnya, dimana pihak kampus melakukan uji proposal program dengan melibatkan pihak dari eksternal, yakni dari unsur Pemerintah Daerah dengan tujuan agar program singkronisasi bisa lebih dimatangkan dan selaras dengan program pemerintah. *[JP]