Suaraairlangga.com, Jenewa – Pada pelaksanaan forum World Summit on the Information Society (WSIS) 2019 di Jenewa, Swiss, Indonesia berhasil membawa pulang 4 (empat) penghargaan Champion dari PBB. Penghargaan tersebut merupakan hasil dari kompetisi yang ketat, melibatkan 1062 inisiatif yang didaftarkan dari seluruh dunia melalui ajang WSIS Prizes.
Empat penghargaan Champion untuk Indonesia tersebut diraih oleh:
- Data Bojonegoro (oleh Relawan TIK Indonesia)
- Baktiku Pada Petani (oleh 8Villages)
- Baktiku Negeriku (oleh Telkomsel)
- Saintif (oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro)
“Data Bojonegoro” adalah layanan data, informasi, jurnal kepustakaan online bagi masyarakat dan pengampu kebijakan di Bojonegoro. “Baktiku Pada Petani” adalah program peningkatan kapasitas petani dan pertanian dengan menggunakan platform digital. “Baktiku Negeriku” adalah program yang mendorong pemberdayaan komunitas rural dengan pendekatan berbasis teknologi informasi. Sedangkan “Saintif” adalah media online edukasi dan pengetahuan karya mahasiswa Universitas Diponegoro yang dibangun secara swadaya.
Acara penganugerahan bagi pemenang diselenggarakan pada Selasa (9/4/2019) dan diberikan langsung oleh Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Houlin Zhao, kepara para Champion yang terdata ada 72 insiatif / karya pilihan dari berbagai negara dunia.
Adapun dari Indonesia, para Champion WSIS Prizes tersebut didamping khusus oleh Direktur Jenderal Pos dan Pemberdayaan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Prof. Ahmad Ramli bersama dengan Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib beserta Delegasi RI.
Mewakili pemerintah Indonesia, Prof. Ahmad Ramli menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Champion dari Indonesia tersebut. “Pencapaian teman-teman pegiat RTIK, 8Villages, Telkomsel dan mahasiswa dari Universitas Diponegoro pada hari ini menunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa yang unggul dalam bidang TIK di dunia,” ujarnya.
“Kompetisi dari ITU PBB, dalam hal ini melalui WSIS Prizes, tentu sudah menggunakan penilaian berdasarkan kompetensi, kapasitas dan kapabiltas yang terukur dan ketat dari 1062 karya atau inisiatif yang didaftarkan. Empat karya Indonesia yang mendapatkan Champion tahun ini, semoga dapat menjadi inspirasi bagi multistakeholder Indonesia guna terus mempromosikan Indonesia di ajang global, sekaligus meningkatkan kualitas produk agar makin berguna bagi masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Kompetisi WSIS Prizes adalah ajang tahunan yang mengundang seluruh pemangku kepentingan bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dari berbagai negara di dunia untuk menyampaikan inisiatif karya yang terbagi atas 18 kategori. Penghargaan tersebut mengumpulkan dan mengevaluasi usulan dari seluruh dunia mengenai aktivitas industri TIK, baik perangkat keras, jaringan, dan aplikasi melalui proses seleksi yang sangat ketat oleh ITU yang merupakan badan tertinggi PBB pada bidang teknologi dan informasi. *[Un / JP]