Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Memperingati HUT Satuan Pengamanan (Satpam) Ke- 30 tahun 2018, Polres Bojonegoro menggelar upacara peringatan HUT Satpam pada Minggu (30/12/2018) pagi, di halaman Mapolres Bojonegoro.
Dalam upacara yang dipimpin oleh Wakapolres Bojonegoro Kompol Achmad Fauzy, SIK., MH., M.IK ini, dihadiri Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro dan undangan dari pimpinan perusahan pengguna dan penyedia jasa Satpam di Bojonegoro juga diikuti anggota Satpol PP, serta seluruh Satpam yang ada di Kabupaten Bojonegoro dibawah binaan Sat Binmas Polres Bojonegoro dan upacara peringatan HUT Satpam digelar secara serentak di seluruh Indonesia oleh masing-masing Satker diwilayah.
Membacakan amanat Kapolri, Wakapolres mengatakan bahwa selaku pimpinan tertinggi di Kepolisian mengucapkan selamat ulang tahun Ke- 38 kepada seluruh Satpam dimanapun tempat bertugas serta agar momentum HUT Satpam dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi terhadap eksistensi dan kinerja Satuan Pengamanan, guna pembenahan dan penyempurnaan dalam pelaksanaan tugas di masa yang akan datang.
Ditambahkannya, bahwa dinamika lingkungan strategis pada tataran global dan regional senantiasa memberikan dampak terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sedangkan disatu sisi, kemajuan teknologi dan kemudahan distribusi informasi sebagai ciri dari globalisasi, merupakan potensi besar bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun disisi lain, fenomena ini justru melahirkan berbagai potensi gangguan dan kejahatan berdimensi baru, yang berimplikasi terhadap kompleksitas tugas dan tanggung jawab institusi Polri, sedangkan pada lingkup nasional, bangsa Indonesia tengah menyambut agenda Pemilu tahun 2019, sebagai wujud dari pesta demokrasi.
“Jika ditinjau dari perspektif keamanan, agenda Pemilu 2019 memiliki karakteristik potensi kerawanan yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan digelar secara serentak pada tanggal 17 April 2019,” ucap Wakapolres.
Dengan kondisi tersebut menurut Wakapolres, memunculkan beberapa potensi kerawanan yang harus diantisipasi, baik dalam tahap kampanye, pemungutan, penghitungan, maupun rekapitulasi suara, diantaranya potensi pemanfaatan isu SARA dan politik identitas, serta penyebaran hoax dan hatespeech yang berpotensi terhadap timbulnya konflik sosial. Untuk itu, dalam menghadapi kompleksitas tantangan tersebut, Polri memerlukan dukungan dan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk Satuan Pengamanan sebagai profesi yang luhur dalam mengemban tugas dan fungsi kepolisian secara terbatas pada lingkungan kerjanya.
“Sehubungan dengan konteks mengatasi kerawanan Pemilu 2019, peringatan Hari Ulang Tahun Satuan Pengamanan tahun 2018 ini mengangkat tema Pemuliaan Profesi Satpam Indonesia guna Mendukung Polri dalam Pengamanan Pemilu Tahun 2019,” imbuh Wakapolres.
Satuan Pengamanan memiliki peran strategis, baik dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas di lingkungan kerja, maupun dalam mendukung iklim investasi yang kondusif sebagai salah satu perhatian pemerintah guna memacu pertumbuhan ekonomi. Jaminan keamanan pada lingkungan badan usaha dan sektor industri, akan mampu meningkatkan kepercayaan terhadap negara yang pada akhirnya bisa berdampak positif bagi iklim berinvestasi di Indonesia.
“Sehubungan dengan pentingnya tugas pokok Satpam, maka kehadiran Satpam sebagai mitra Polri dalam upaya pemeliharaan Kamtibmas dituntut semakin profesional,” lanjut Wakapolres.
Dalam implementasinya, personel Satuan Pengamanan harus mampu mendeteksi setiap potensi kerawanan, melakukan tindakan pertama dan pencegahan dengan tepat, serta melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk segera dilakukan langkah-langkah antisipasi. Dengan demikian, eksistensi Satpam dapat semakin memberikan kontribusi nyata untuk mewujudkan keamanan di lingkungan tugasnya masing-masing.
Sedangkan untuk mewujudkan postur Satpam yang semakin unggul dan profesional, maka diperlukan sistem manajemen sumber daya manusia yang optimal, di antaranya proses perekrutan yang selektif, serta peningkatan kapasitas yang berkualitas, baik pada kualifikasi Gada Pratama, Gada Madya, maupun Gada Utama.
“Upaya mewujudkan profesionalitas Satpam ini membutuhkan kerja sama sinergis dan simultan dari segenap pemangku kepentingan yang berkecimpung dalam bidang industrial security,” ungkap Wakapolres.
Mengakhiri amanatnya, Wakapolres memberikan 5 penekanan kepada seluruh personel Satuan Pengamanan untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam bertugas yaitu Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebagai landasan moril dalam mengemban amanah profesi yang luhur dan mulia. Kedua, jaga kehormatan pribadi dengan berpegang teguh pada kode etik dan profesi Satuan Pengamanan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Ketiga, tingkatkan kesiapsiagaan diri dalam mengidentifikasi setiap potensi gangguan dan kerawanan pada lingkungan kerja, sehingga dapat segera diantisipasi dengan optimal. Keempat, senantiasa tingkatkan kompetensi diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan, guna mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas.
“Kelima, bangun komunikasi positif dengan seluruh komponen masyarakat, serta tingkatkan kerja sama sinergis dengan jajaran Polri dan seluruh stakeholders lainnya dalam memelihara stabilitas keamanan dilingkungan kerja,” pungkas Wakapolres. *[JP]