Suaraairlangga.com, Lamongan – Sebanyak 25 anak sangat senang mengikuti khitanan massal yang diadakan Perum Perhutani KPH Mojokerto bersama Ta’mir Masjid Kantor Perhutani Drive Jatim, di Balai Desa Bluluk, Kecamatan Bluluk, Kabupaten Lamongan, Rabu (19/12/2018).
Khitanan yang merupakan baksos untuk masyarakat desa hutan ini, dihadiri Sarwono (Kadep Keuangan Perhutani Divre Jatim), Tito Darmawan (Wakil ADM Utama Perhutani KPH Mojokerto Wilayah Barat), Muspika Bluluk, Pemdes Setempat, LMDH, Aktivis Lingkar Study Masyarakat dan Lingkungan, serta lainnya.
“Baksos ini untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, sekaligus sebagai bukti nyata terjalinnya hubungan baik Perhutani KPH Mojokerto, LMDH dan Pemerintahan Desa,” ujar Tito Darmawan, selaku Wakil ADM Utama Perhutani KPH Mojokerjo Wilayah Barat sekaligus Ketua Panitia.
Ditambahkannya, sunatan ini sengaja dilaksanakan pada saat liburan sekolah, supaya tidak mengganggu kegiatan sekolah anak-anak sekitar kawasan hutan.
“Sunatan ini hadiah liburan untuk anak-anak biar senang, karena saat masuk sekolah mereka udah disunat,” kelakar Tito Darmawan.
Disampaikan pula, khitanan ini melibatkan 6 orang ahli bedah, 1 orang ahli anestesi dan 1 orang dokter dari RSUD Ploso Jombang dengan ketua tim medis dr. Yogie. Dan tim medis tersebut juga mengontrol pasien sebagai paket pelayanan dari baksos khitanan massal ini.
“Setelah dikhitan, anak-anak akan diperiksa kembali oleh tim medis RSUD Ploso Jombang pada Sabtu, 22 Desember 2018 jam 08.00 – 09.00 di Balai Desa Bluluk. Sedangkan untuk peserta dari BKPH lain bisa kontrol di Puskesmas/Klinik terdekat,” ungkap Tito Darmawan.
Masih dalam kesempatan ini, Mukti Ali, selaku Sekjen Lingkar Studi Masyarakat dan Lingkungan menyampaikan bahwa melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya.
“Khitan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kepentingan syiar Islam. Sebab, khitan bertujuan untuk kesehatan jasmani dan rohani,” ucap Mukti Ali, selaku perwakilan aktivis yang mengkordinir peserta sunatan ini.

Sementara itu. Sebelum khitanan massal dimulai, Kadep Keuangan Perhutani Divre Jawa Timur, Sarwono memotong tumpeng dan potongan tumpengnya diberikan kepada Sekcam Bluluk serta salah satu peserta khitanan massal terkecil.
“Semoga acara ini sukses, dan anak-anak yang disunat ini kelak menjadi anak yang bermanfaat bagi bangsa dan NKRI, Aamiin,” kata Sarwono.
Selain baksos khitanan massal, dalam kesempatan ini KPH Mojokerto menyerahan pinjaman bergulir Program Kemitraan sebesar Rp.127.500.000 untuk 5 mitra binaan, dan penyerahan sumur bor untuk masyarakat Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan yang masuk RPH Banyuasin, BKPH Kambangan, KPH Mojokerto. *[JP]