Suaraairlangga.com, Gresik – Guna mewujudkan kelestarian lingkungan hidup (Bumi), puluhan mahasiswa Fakultas Perikanan (Faperik) Universitas Islam Lamongan (Unisla) menanam pohon mangrove dilokasi Ekowisata dan Konservasi Mangrove – Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Minggu, (16/12/2018).
Ir. Muntalim, M.MA., selaku dosen pembimbing Faperik Unisla menyampaikan, saat ini pelestarian lingkungan menjadi perhatian banyak pihak, baik dari akademisi, masyarakat, swasta, maupun pemerintah. Karena mengingat arti pentingnya kelestarian lingkungan itu bagi perjalanan kehidupan dibumi ini.
“Ketika lingkungan itu lestari, maka penghuni lingkungan tersebut tidaklah sulit untuk mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk anak cucunya kelak,” ungkap Ahli Perikanan dan Kelautan Lamongan ini.
Dijelaskannya, bahwa lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan dari hulu sampai hilir, yang salah satu diantaranya adalah lingkungan pesisir laut, yang menjadi hilir atau muara kegiatan yang dilakukan di hulu, seperti di Desa Banyuurip ini
“Salah satu pelestarian lingkungan di pesisir yaitu dengan perbaikan ekosistem mangrove, ekosistem yang tumbuh di wilayah pesisir seperti di Desa Banyuurip ini memiliki banyak fungsi bagi keberlangsungan kehidupan di pesisir,” jelas Ir. Muntalim.
Menurutnya, karena arti penting dari ekosistem mangrove, maka sudah menjadi hal yang lumrah jika masyarakat dan berbagai pihak memberi perhatian pada keberlangsungan ekosistem mangrove, bahkan kalau bisa hal itu dijadikan sebagai gaya hidup.
“Penanaman pohon mangrove ini merupakan upaya atau partisipasi kami dalam mendukung keberlangsungan masa depan bumi, karena bumi perlu dijaga kelestariannya dengan kegiatan kegiatan positif untuk menghijaukannya,” tandas Ir. Muntalim.

Sementara itu, pada kegiatan tersebut. Selain menanam mangrove, terlihat mahasiswa mendapatkan praktek lapang berupa pengenalan beraneka ragam jenis mangrove yang dipandu langsung oleh Bapak Mangrove Banyuurip (red : Abdul Mughni).
Bahkan mahasiswa juga dibekali teknik pengambilan sampel mangrove, yang diberikan oleh para dosen pembimbing praktikum, hal itu sebagai bekal nantinya dalam meneliti ekosistem mangrove.
Dekan Faperik Unisla, Ir. Endah Sih Prihatini, M.Si., berharap, pasca kegiatan ini ada keberlanjutan kegiatan sejenis, untuk edukasi dan penyemangat pelestarian lingkungan,
“Harapannya akan ada kerjasama antara akademisi dengan pengelola Ekowisata dan Konservasi Mangrove Banyuurip ini, yang diantaranya untuk kegiatan penelitian dan lain sebagainya,” harap Ir. Endah Sih Prihatini, M.Si..
Selanjutnya, dalam sesi penutupan acara. Ikhsanul Haris , selaku Kepala Desa Banyuurip dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menyambut baik, dan senang dengan kunjungan dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Faperik Unisla.
“Kami sampaikan terimakasih atas pemilihan Banyuurip Mangrove Center ini sebagai lokasi kegiatan Faperik Unisla, dan harapannya dapat berkelanjutan kegiatan yang serupa untuk bersama sama mengembangkan kelestarian lingkungan,” pungkap Ikhsanul Haris bersemangat. *[Mu / JP]