Suaraairlangga.com, Lamongan – Hai Gaees.. Libur Semester 1 bagi Paud, TK, SD, SMP, SMA/K ditetapkan selama 12 hari, yakni mulai hari Senin tanggal 24 Desember 2018 dan berakhir hari Sabtu tanggal 5 Januari 2019.
Bagi kamu yang mau menikmati liburan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Yuuk.. simak ulasan dari Kementerian Pariwisata tentang obyek – obyek wisata yang bisa kamu dan keluarga datangi di musim liburan tahun ini.
Adapun sejumlah obyek wisata yang terkenal dan popular dari Lamongan, adalah makam salah satu tokoh penting penyebar agama islam di Pulau Jawa, yaitu Sunan Drajat. Bahkan di Lamongan juga dikenal lantaran peristiwa tenggelamnya sebuah kapal pesiar asal Belanda, Kapal Van der Wijck.
Berikut obyek – obyek Wisata yang bisa kamu kunjungi di Kabupaten Lamongan :
- Wisata Bahari Lamongan (WBL)

Wisata Bahari Lamongan (WBL) merupakan lokasi wisata yang paling terkenal di Kabupaten Lamongan, karena keindahan alamnya. WBL juga menyediakan berbagai wahana menantang dan seru.
Dahulu, wisata yang berada di jalur Pantura antara Tuban – Surabaya atau tepatnya di Kecamatan Paciran ini lebih populer dengan nama Pantai Tanjung Kodok. Namun, karena banyaknya pengunjung yang datang, pihak pengelola menambah wahana, melakukan penataan lokasi, dan tempat ini pun kemudian dikenal dengan nama WBL.
- Mazoola

Berada tak jauh dengan lokasi WBL, Mazola menjadi destinasi wajib para wisatawan yang berkunjung ke Lamongan. Mazola sendiri merupakan kepanjangan dari Maharani Zoo & Gua Lamongan.
Mazoola merupakan perpaduan objek wisata alam serta wisata gua, yaitu Gua Maharani. Wisatawan akan disuguhi dengan keindahan serta keunikan gua yang ditemukan oleh para penambang fosfat pada 1992. Selain itu, wisatawan dapat menyaksikan ratusan hewan di taman satwa, galeri satwa, serta galeri bebatuan.

Dalam sejarahnya, Gua Maharani Zoo Lamongan memiliki luas kurang lebih 2.500 meter persegi dan konon, gua ini ditemukan tidak dengan sengaja. Letak gua ini pun termasuk sangat dekat dengan Wisata Bahari Lamongan.
Gua dengan kedalaman 25 meter dari permukaan tanah ini pertama kali ditemukan pada 1992. Hal menarik yang bisa dinikmati saat masuk ke dalam gua adalah batu-batu yang berkilauan.
Setelah Bupati Lamongan, Muhammad Faried, meresmikannya pada 1994, gua ini menjadi sangat ramai dan popularitasnya juga semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Tempat wisata ini dibuka pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB setiap harinya.
3. Makam dan Museum Sunan Drajat

Lamongan menjadi tempat dimakamkannya Sunan Drajat, salah satu Walisongo yang hingga kini masih aktif dijadikan wisata berziarah. Selain itu, terdapat juga Museum Sunan Drajat yang menyimpan aneka peninggalan dari Sunan Drajat.

Makam dan Museum Sunan Drajat sendiri dapat ditempuh selama 30 menit dari pusat Kota Lamongan atau tepatnya berada di Desa Drajat, Kecamatan Paciran. Dimana wisatawan juga dapat mengunjungi museum yang dibangun dan sudah diresmikan pada 1994.
- Pemandian Air Panas Brumbun

Pemandian air panas Brumbun ada di Dusun Sidodadi – Desa Kranji, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Pemandian atau dikenal Sendang Brumbun ini memiliki cerita yang hingga kini dipercaya warga. Dahulu kolam Brumbung pernah berubah warna dengan sendirinya dan meracuni penduduk desa.
Namun setelah Sunan Drajat menancapkan pedang sakti, warma air di kolam ini pun kembali seperti semula dan tak berhenti keluar. Hal ini yang pada akhirnya membuat warga lantas mempercayai keajaiban yang dimiliki oleh Sendang Brumbung. Siapapun yang berendam di kolam dengan luas 5 meter x 10 meter ini dapat sembuh dari berbagai penyakit yang diderita.
- Makam dan Masjid Sunan Sendang Duwur

Makam Sunan Sendang Duwur adalah situs kekunoan di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Dalam situs kekunoan ini, ada peninggalan dari Raden Nur Rochmad atau dikenal Sunan Sendang Duwur saat penyebaran Islam kepada masyarakat, yakni berupa Masjid Sendang Duwur yang merupakan sebuah sejarah dari masa transisi Indonesia Hindu dan Islam. Dimana unsur-unsur budaya dari masyarakat Majapahit masih terjaga baik disana.
- Pantai Brondong

Terletak di Desa / Kecamatan Brondong, Pantai Bondong berjarak sekitar 47 kilometer dari pusat Kota Lamongan. Disini, kamu bisa berlayar menyusuri pantai menggunakan kapal tradisional dan melihat pemandangan alam yang indah.
Pantai Brondong juga terkenal dengan pasar ikan yang menjual puluhan macam ikan segar dengan kualitas tinggi berharga murah.
- Monumen Van Der Wijk

Monumen yang satu ini tak boleh dilewatkan. Monumen Van Der Wijk berada di halaman Kantor Pelabuhan Brondong, dan Monumen Van Der Wijk ini merupakan monumen yang didirikan oleh pemerintah Belanda dahulu kala untuk mengenang tragedi tenggelamnya Kapal van Der Wijk.
- Pantai Kutang

Pantai Kutang ini dikenal sebagai pantai yang masih ‘perawan’, belum banyak dikunjungi wisatawan karena akses jalan yang cukup sulit. Namun, keindahan yang ditawarkan pantai ini membuat para wisatawan berlomba untuk mengunjunginya.
Kutang menjadi nama yang cocok untuk pantai ini, karena banyaknya ditemukan kutang (pakaian dalam) yang berserakan di sana. Pantai ini terletak di ujung Dusun Kenthong, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.
- Waduk Gondang

Bendungan atau Waduk Gondang merupakan salah satu wisata alam yang terletak di sebelah barat kota Lamongan atau tepatnya di Kecamatan Sugio. Dan Waduk Gondang ini dibangun dengan membendung Sungai Gondang yang mempunyai daerah aliran sungai seluas 68,10 Km2.
Selain menajdi lokasi wisata pilihan, waduk ini masih berfungsi sebagai irigasi ribuan sawah yang berada di Lamongan. Anda bisa mengelilingi waduk menggunakan perahu motor berkapasitas 10 orang dengan membayar Rp60 ribu per perahu.
10. WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond)

Tak jauh dari Waduk Gondang tepatnya di Dusun Juwet – Desa Deketagung, Kecamatan Sugio ada WEGO (Wisata Edukasi Gondang Outbond). WEGO yang dresmikan tanggal 10 November 2018 ini menawarkan konsep “Ekowisata”.
WEGO yang dibanggun dilahan 23 hektar ini tersedia berbagai fasilitas. Diantaranya adalah Kolam renang gaya Eropa, Spot pesawat WEGO, dan bagus sebagai area bumi perkemahan, Camping dan Outbond.
- Makam Dewi Sekardadu

Makam Dewi Sekardadu tidak jauh dari Waduk Gondang. Jadi setelah dari Makam ini anda bisa langsung menuju wisata waduk gondang tadi. Makam Dewi Sekardadu sangatlah asri dan sejuk dikarenakan tempatnya dikelilingi oleh banyak tumbuhan hijau.
Adapun Dewi Sekardadu ini adalah ibunda Sunan Giri, dari hasil pernikahannya dengan Maulana Ishaq maka lahirlah bayi mungil yang kelak menjadi salah satu penyebar Islam di Pulau Jawa, yakni Sunan Giri. Dan Dewi Sekardadu sendiri merupakan putri kesayangan Minak Sembuyu, seorang adipati Blambangan (Banyuwangi).
- Makam Ibunda Mahapatih Gajahmada

Selanjutnya terdapat Makam yang diyakini masyarakat sebagai Makam Ratu Dewi Andong Sari, Ibunda Mahapatih Majapahit Gajahmada yang mempersatukan Nusantara dengan Sumpah Palapanya. Makam Dewi Andong Sari ini terletak di Desa Cancing, Kecamatan Ngimbang, diatas sebuah bukit bernama Gunung Ratu.

- Alun – Alun Lamongan

Jika kamu berlibur ke Lamongan, jangan lupa kunjungi Alun – Alun Kabupaten Lamongan. Alun – Alun Lamongan ini merupakan empat bersantai bersama keluarga, dan Alun-alun Kota Wisata Lamongan ini dilengkapi berbagai fasilitas tempat duduk eksklusif, area smoking di kedua sudut bagian barat.
Bahkan di sore hingga malam hari, beberapa personel grup musik mengiringi ayunan langkah demi langkah para pengunjung dalam memaknai artistiknya Alun-alun. Mereka berkelompok dan berdiam di satu tempat sembari mengalunkan musik-musik tradisional dan musik trendi.
- Masjid Agung Lamongan

Masjid Agung Lamongan merupakan salah satu Masjid yang fenomenal di kota Lamongan dengan Menara Kembarnya dengan ketinggian sekitar 50 meter dan terletak di pusat kota Lamongan sebelah barat Alun-alun Lamongan dan menjadi Ikon baru kota Lamongan.
- Masjid Namira Lamongan

Masjid Namira yang beralamat di Jalan Raya Mantup, Lamongan Km 5 atau tepatnya di Desa Jotosanur, Kecamatan Tikung ini, jika Dilihat sepintas, sebenarnya bangunan Masjid Namira tidak terlalu berbeda dengan masjid-masjid besar yang ada di Indonesia. Hanya ada sedikit keunikan dalam tatanan ruang wudhu dan interior masjid, yang tampak terjaga keindahan dan keasriannya. Termasuk, keberadaan kiswah ka’bah di tempat imam.

Bekas kain penutup ka’bah asli itu sengaja didatangkan langsung dari Masjidil Haram yang ada di Arab Saudi. Kiswah itu terpasang di dinding mihrab imam, dan tampak kokoh dengan lindungan kaca tebal. Sementara potongan kiswah berukuran kecil, terbingkai rapi dan dipajang pada dinding masjid, di sebelah kiri dan kanan mihrab.
Demikian ulasan sejumlah obyek wisata yang terpopular di Kabupaten Lamongan. Indah dan eksotis khan! Yuuuk.. Ajak keluargamu untuk menikmati liburan di Lamongan, Kota yang punya daya tarik wisata, baik lautnya, hutan, bukit, situs sejarah, dan obyek wisata menarik lainnya di Lamongan. *[JP]
*Foto dari berbagai sumber.