Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Bertempat di Kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (26/01/2018). Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) menyosialisasikan “Pinjaman Modal Petani”.
Acara yang diikuti 80 peserta terdiri dari petani dari 4 Desa Se- Kecamatan Gayam, yakni Desa Gayam, Mojodelik, Bonorejo dan Desa Brabowan ini, merupakan bagian dari Program Sekolah Lapangan Pertanian (SLP) LPPM Unigoro.
Dalam sosialisasi yang difasilitasi oleh Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) itu hadir 4 narasumber, yakni dari Pimpinan BRI Kanca Bojonegoro, lalu Mas Arief Januarso selaku Manager Program SLP LPPM Unigoro sekaligus Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro (YSB) – Unigoro, dan Posramil Gayam, serta EMCL.
Ketua YSB – Unigoro, Mas Arief Januarso selaku narasumber menyampaikan, kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu tugas dari Unigoro dalam pengabdiannya untuk masyarakat, yakni memberikan solusi nyata bagi para petani terkait permasalahan yang terjadi di lapangan.
“Pihak Unigoro memahami permasalahan dan kendala yang dihadapi oleh para petani kita, salah satunya masalah permodalan. Untuk itu, dengan adanya sosialisasi ini petani bisa langsung menanyakan kendala yang dihadapi dalam hal pinjaman modal,” ungkap pria yang biasa disapa Mas Arief tersebut.
Selain itu, Mas Arief berharap dengan adanya komunikasi yang baik ini dapat mempermudah petani yang ingin meminjam modal pertanian di perbankan.
Sementara itu, pihak EMCL mengapresiasi Unigoro terkait program pengabdian masyarakat yang dinilai mampu berdampak langsung pada petani di empat Desa tersebut. Karena dengan adanya sinergi yang baik ini, diharapkan akan mampu meningkatkan produksi pertanian yang lebih bermutu dan mensejahterakan petani.
Perlu diketahui, para peserta yang mengikuti sosialisasi mendapat gambaran secara gamblang terkait alur peminjaman modal untuk pertanian dari pihak BRI Bojonegoro. Karena modal menjadi salah satu kendala para petani, sehingga dirasa perlu ada sosialisasi secara langsung. Selanjutnya, sosialisasi ini diakhiri dengan pembagian nutrisi untuk tanaman bagi petani. *[JP]