Suaraairlangga.com, Bojonegoroo – Dalam rangkaian Kegiatan Sekolah Lapang Pertanian (SLP) yang didanai ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), LPPM Universitas Bojonegoro (Unigoro) melatih Para Petani Se- Gayam membuat Dapog, di Rumah Belajar Petani, di Dusun Sumur Pandan, Desa / Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (12/01/2018).
Ketua LPPM Unigoro, Laily Agustina Rahmawati menyebutkan, tujuan kegiatan tersebut adalah agar Petani mengetahui cara alternatif yang lebih efektif dan efisien dalam penyemaian benih padi.
“Penyemaian dengan metode Dapog itu hanya membutuhkan benih padi 1/3 dari jumlah benih yang disemaikan secara langsung di lahan, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja untuk Membuat semaian. Sehingga hal itu akan menghemat biaya produksinya petani,” ujar Laily.
Selain itu, Yaumitdin Sugiyarto selaku Pemateri sekaligus Ketua PATRA (Pelatihan Anak Tani Remaja), lebih dalam menjelaskan bahwa Sistem Dapog merupakan Sistem persemaian alternatif dengan menyemaikan benih padi diatas media tanah yang berada dalam nampan atau wadah.
“Keunggulan sistem Dapog adalah jumlah benih yang dibutuhkan lebih sedikit sekitar 10kg/Ha, lalu petani mudah mengontrol semaian, kemudian petani secara fleksibel dapat memindahkan semaian ke tempat yang kondusif, lebih aman dari serangan Hama, dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.
Yaumitdin Sugiyarto menambahkan, bahwa keuntungan dari sisi tanaman sendiri adalah benih tumbuh dengan cepat dan serempak dan populasi tanaman optimum, sehingga dengan Dapog akan mendapatkan hasil yang tinggi.
“Bila disemaikan, sistem Dapog akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat. Sedangkan jika ditanam-pindah dapat tumbuh lebih cepat,” tambah Yaumitdin.
Sementara itu, 80 peserta SLP LPPM Unigoro yang mengikuti pelatihan tersebut terlihat antusias. Mereka berharap dengan mengikuti pelatihan ini, petani dapat menekan biaya Produksi Pertanian. *(JP)