Suaraairlangga.com, Gresik – Di pantai Kroman, Kecamatan / Kabupaten Gresik, Selasa (30/05/2017), seekor hiu tutul (Hiu Paus) dengan ukuran panjang sekitar empat meter lebih terdampar, Hiu yang biasanya mengembara di samudera tropis dan lautan yang beriklim hangat serta dapat hidup hingga berusia 70 tahun ini terdampar dalam keadaan mati.
Melihat kondisi tersebut redaksi Bengawanpost.com menanyakan pada mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (IPB) yang sedang meneliti tentang Hiu Paus yang biasa dipanggil Bang Aloy dari Papua.
Menurutnya, sebenarnya kasus-kasus begini banyak terjadi, saya duga kemungkinan ikan ini tersesat dari induknya, soalnya kalau ukuran 4 meter masih di kategorikan bayi.
“Mengenai penyebab kematian, mungkin perlu pengamatan ke TKP untuk mengetahui penyebab kematian Hiu Paus tersebut,” tandas Bang Aloy.
Sedang terkait penyebab kematian Hiu Pus tersebut, mahasiswa yang sedang menyusun tesis tentang Hiu Paus tersebut juga menyampaikan, bahwa kemungkinan penyebab kematian Hiu Paus ini, misalkan terjebak di laut yang dangkal, dan bisa juga karena terjerat di jaring nelayan dalam waktu yang lama.
“Kematian Hiu Paus ini mungkin terjebak di laut yang dangkal, sehingga membutuhkan ruang yang lebih dalam, dan akhirnya tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya. Lalu bisa juga karena terjerat di jaring nelayan dalam waktu yang lama,” jelas Bang Aloy.
Masih menurut Bang Aloy, bahwa selain 2 penyebab diatas, kematian Hiu Paus sering terjadi karena tabrakan propeler kapal atau tanpa sengaja dilukai oleh nelayan, cuma faktor faktor tersebut perlu di indentifikasi, itu beberapa kasus yang saya tau.
Selanjutnya ketika ditanya tentang faktor pencemaran yang mungkin menjadi sebab kematian Hiu Paus tersebut, pemuda dari Indonesia timur tersebut menjelaskan, bahwa kalau mau tau faktor pencemarannya kita bawa sampel darah untuk mengetahui kandungan dalam darah atau analisis isi lambung hiu paus yg sudah mati itu.
Sementara itu, Penyuluh Perikanan Bantu Kabupaten Gresik, Ata Wahyudin, S. Pi. (35 th) saat ditemui di lokasi kejadian menyatakan, bahwa guna menindaklanjuti kejadian ini, sudah dikoordinasikan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) setempat. *[Mu/JP]