Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (06/04/2017) menggelar “Workshop Peningkatan Kinerja SDM Pelayanan Inseminasi Buatan (IB) Dalam Menyukseskan Keberhasilan Program Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) di Bojonegoro”.
Kepala Disnakan Bojonegoro, Ardiyono Purwiyanto dalam sambutannya menyampaikan, program Upsus Siwab ini tertuang dalam peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting, yang ditandatangani Menteri Pertanian pada tanggal 3 Oktober 2016.
Lebih lanjut Ardiyono menjelaskan, program Upsus Siwab ini mencakup dua program utama, yaitu peningkatan populasi melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Intensifikasi Kawin Alam (Inka). Yang tujuannya mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
“Untuk menyukseskan program Upsus Siwab ini, maka mulai 1 april 2017 biaya pelayanan IB bagi peternak sapi dan kambing di Kabupaten Bojonegoro digratiskan. Karena IB ini sudah berlangsung 40 tahun lebih dan telah dinikmati oleh peternak, sehingga diharapkan Bojonegoro dapat mendukung suksesnya swasembada sapi Nasional,” jelas Ardiyono.
Ardiyono menambahkan, populasi ternak di Bojonegoro mencapai 201.756 ekor ternak, jumlah tersebut, 81.000 lebih betina produktif. Dan untuk sapi wajib bunting ditarget 60.000, dan ada kelahiran di 2017 ini 50.000 ekor anakkan baru. Karenanya untuk keberhasilan target tersebut, dirinya berharap N2 maupun strow / sperma beku stoknya terjamin.
Sementara dalam workshop ini, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Drs Soehadi Moeljono menegaskan, kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan petugas, petani dan peternak sekaligus management untuk meningkatkan keberhasilan bidang peternakan. Sehingga harapannya Bojonegoro menjadi sentra peternakan Nasional.
“Untuk mensukseskan Upsus Siwab di Bojonegoro butuh sinergi semua pihak. Baik dari kemampuan pelayanan petugas kepada peternak, maupun komunikasi antar segenap komponen agar terjalin kerjasama yang baik dalam meningkatkan populasi ternak sapi di wilayah masing masing, sehingga target sapinya sesuai harapan,” pungkas Sekda Moeljono. *[JP]