Suaraairlangga.com, Pamekasan – Inilah Keseruan Latihan Kader (LK) I Himpunan Mahasiswa Islam (HmI) STAIN Pamekasan, Cab. Pamekasan, Jatim, Sabtu (24/12/2016). Kegiatan yang merupakan rangkaian pengukuhan kader baru HmI ini berlangsung khidmad dan seru, terlebih pada sesi materi “Dinamika Gerakan Perempuan”.
“Materi tentang gerakan perempuan memang selalu ditunggu oleh adik-adik kader, apalagi saat ini sedang ramai wacana perda poligami, dan pematerinya itu lho pas banget,” ujar Kabid PP HmI koms. STAIN Pamekasan, Yuli Anisah.
Sementara itu, Kegiatan yg berlangsung di Aula madrasah Tambung Pamekasan ini, diikuti sebanyak 97 peserta putera dan puteri, dengan menghadirkan aktivis perempuan Nanik Farida. Rida sapaan akrabnya sengaja menggiring kader untuk memahami bahwa poligami dan prostitusi adalah masalah yang berbeda.
Menurut mantan sekum Kohati HmI Cab. Malang ini, hal itu terkait dengan wacana yang berkembang di DPRD Pamekasan tentang perda untuk melegalkan poligami, demi mengatasi prostitusi yang meningkat di kota gerbang salam itu.
“Adik – adik harus paham bahwa prostitusi tidak berkaitan dengan poligami, karena prostitusi itu industri patrialkal. Jadi poligami bukanlah satu – satunya solusi, karena banyak factor penyebab prostitusi. Diantaranya kemiskinan dan kebodhohan. Untuk itu, akar masalah harus segera diselesaikan secara tuntas tidak parsial,” ungkapnya. *[Nik/JP]