Suaraairlangga.com, Surabaya – Dalam rangka lomba Kecamatan Sayang Ibu (KSI), Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro mengikuti tahapan evaluasi pemaparan kegiatan KSI tingkat Jawa Timur, yang digelar Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Propinsi Jawa Timur, Rabu (09/11/2016).
Pemaparan diikuti juga Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang dan Kecamatan Taman, Kabupaten Madiun.
Dalam pemaparan Camat Bubulan, Mohamad Yasir menjelaskan, bahwa secara umum bahwa Kecamatan Bubulan terdiri 5 desa 17 dusun 86 RT dan 25 RW dengan jumlah Kepala Keluarga mencapai 8.271 dengan penduduk 14.676 jiwa.
“Sedang untuk fasilitas dan SDM dibidang kesehatan adalah 1 puskesmas, 1 puskesmas pembantu, 3 pondok kesehatan desa, 3 dokter umum dan dokter gigi 1 analisis kesehatan, serta 7 bidan juga 11 dukun bayi mitra dari bidan,” paparnya.
Menurutnya, untuk penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Kecamatan Bubulan khususnya dan Kabupaten Bojonegoro dibentuk Desa Siaga, yang mempunyai program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi.
“Dalam Desa Siaga, ada pokja pendataan juga penandaan, pokja tabungan atau dasolin, pokja donor darah dan pokja ambulan desa. Untuk tabungan, setiap ibu hamil di Bojonegoro mempunyai tabungan minimal 20 ribu rupiah, dan iuran setiap KK setiap bulan 500 rupiah secara sukarela,” ujarnya.
Yasir menambahkan, bahwa untuk mendukung KSI juga membuat program yang melibatkan semua komponen masyarakat. Yakni kemitraan bidan dan dukun bayi, pada setiap desa dibentuk kelas ibu hamil, tim PMI Kecamatan, bimbingan Pra Hamil, pelayanan KB, Tim Waspada RISTI dan dibentuk pendamping ibu hamil resiko tinggi.
“Selain itu, ada kegiatan inovasi. Ada kader tanggap persalinan, kader tanggap IUD, stiker ASI Eksklusif, ANC, keluarga siaga, kemitraan layanan, KSBP, Rumah Inovasi Cerdas, buku inovasi administrasi PKK, Kartu Posyandu Sehat, GDSC, Kampung KB, Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera dan Sapa Keluarga Dengan Kasih,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPPKB Kabupaten Bojonegoro, dr. Anik Yuliarsih menjelaskan, bahwa salah satu syarat menjadi KSI adalah selama tiga tahun berturut turut Angka Kematian Ibu adalah NOL. Kemudian juga melihat kinerja serta inovasi yang dilakukan kecamatan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Perlu diketahui, di Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro bahwa Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 3.834 jiwa, ibu Hamil sejumlah 208 ibu, ibu melahirkan sejumlah 166 orang, sedangkan jumlah bayi 168 orang dan balita 864 jiwa. *[JP]