Suaraairlangga.com, Surabaya – Bertempat di Ruang Nautica 1 – 2 Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Propinsi Jawa Timur, Forum Komunikasi Penyuluh Perikanan Bantu Indonesia (FKPPBI) menggelar konsolidasi organisasi tingkat Propinsi Jatim, Selasa (27/09/2016).
Kabid Perikanan Tangkap DKP Propinsi Jatim, Slamet yang turut hadir menyampaikan sambutannya, bahwa DKP Propinsi Jatim masih membutuhkan Penyuluh Perikanan Bantu (PPB), sehingga fihaknya mendukung PPB untuk diperpanjang masa kontraknya.
“PPB adalah ujung tombak pembangunan sektor perikanan dan kelautan. Di Jatim, PPB berinteraksi langsung dengan masyarakat pelaku utama sektor usaha tersebut. Untuk itu, kami mendukung agar PPB harus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kegiatan yang diikuti 70 orang PPB se-Jatim ini, melegitimasi kepengurusan FKPPBI tingkat Propinsi, juga merekomendasikan keberlanjutan PPB dan mendukung PPB terus berjuang mewujudkan keberhasilan pembangunan sektor perikanan dan kelautan.
Menurut Ali, Ketum terpilih FKPPBI Jatim menyampaikan, PPB harus sukseskan program perikanan dan kelautan. PPB secara kolektif juga harus melalui beberapa etape yang ada, sampai finish pada tujuan bersama, yakni berupa kejelasan posisi sebagai ASN.
“PPB akan terus bersinergi dalam mensukseskan program skala prioritas kelautan dan perikanan, baik yang dilakukan oleh Propinsi maupun KKP, dengan wujud kerja nyata berupa kegiatan Penyuluhan kepada masyarakat kelautan dan perikanan,” tuturnya.
Selain itu salah satu PPB asal Pulau Madura Jatim, Alfian berharap banyak pada perjuangan yang dilakukan FKPPBI, berujung manis. Yakni dengan KKP memperpanjang Kontrak PPB pada tahun mendatang bahkan mengangkat PPB menjadi ASN.
“Harapan kami kepada para pemangku kebijakan di KKP dapat mengerti kondisi PPB, dan Masyarakat kelautan dan perikanan, dengan memperpanjang Kontrak PPB yang merupakan kebutuhan utama pembangunan sektor kelautan dan perikanan pada era menyongsong visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. *[Mu/JP]