Suaraairlangga.com, Surabaya – Untuk meningkatkan profesionalitas Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM), maka Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Ahli Teknik dan Pemberdayaaan Masyarakat Indonesia (DPD HAPMI) Jawa Timur akan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (BIMTEK), pada hari Sabtu, 01 Oktober 2016, di Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Mayangkara, Jl. Taman Mayangkara No. 6, Darmo, Kota Surabaya, Jatim.
Menurut Ketua Umum (Ketum) DPD HAPMI Jatim, La Mema Parandy, ST., MM., yang akrab dipanggil Amir, dalam realese media menyatakan, “Bimtek ini untuk menyiapkan SDM profesi FPM, baik program pemerintah (PAMSIMAS, P2KP, Pendamping Desa, PKH, dan lain-lain). Maupun program NGO (UNICEF, WHO, UNDP, Lembaga/Yayasan dana amal, dan lain-lain), agar lebih berkompeten dan profesional,” katanya, Ahad (14/08/2016).
Amir menambahkan, “Melalui bimtek ini, peserta akan memperoleh pemahaman dasar tentang organisasi profesi, visi misi HAPMI dan platform perjuangannya, hak dan kewajiban anggota, standar perilaku, kode etik profesi FPM dan Materi Pra sertifikasi uji kompetensi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM) juga Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Indonesia ( LSP-FPM),” tambahnya.
Selain itu, bimtek yang bertema “Profesionalisme pemberdayaaan masyarakat untuk Indonesia sejahtera” ini, menghadirkan pembicara, Ir. Soeroso Yosooetomo, Ketum DPP HAPMI, YDSF, Satker BAPEMAS Jatim, Dan mengundang 50 peserta lebih dari HAPMI Se-Jatim dan lainnya. Harapannya pasca bimtek, juga dapat mendorong terbentuknya payung hukum dalam bentuk PERDA bagi profesi FPM di tingkat Provinsi dan Daerah. *[JP]