Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Untuk mencegah dampak negatif dari penggunaan internet, khususnya di kalangan remaja. Relawan TIK Bojonegoro yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Diknas) Kabupaten Bojonegoro kembali mengadakan Sosialisasi Internet Sehat (SIS) di Aula SMP Negeri Model Terpadu Bojonegoro, Jalan Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (11/08/2016).
“Di era teknologi seperti ini terdapat Positive Advantages dan Negative Advantages. Maka bersama panitia dari RTIK Bojonegoro, diharapkan kita bisa meningkatkan Sopan santun terhadap penggunaan internet terutama Media Sosial (Medsos),” demikian pernyataan Siti Nur Kasih, S.Pd., Kepala SMPN Model Terpadu Bojonegoro, dalam sambutan pembukaan SIS.
Hal senada juga diungkapkan Beta Wicaksono, perwakilan EMCL, “EMCL sebagai kontraktor hulu migas di Indonesia dalam naungan SKK Migas. Mempunyai progam kepedulian masyarakat, khususnya terhadap pemanfaatan internet secara baik. Sehingga nanti ada saling mengingatkan kepada temannya jika mengakses konten negatif internet,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kepala Bidang PNFI Diknas Bojonegoro yang turut hadir, Drs. Mukhlisin menyampaikan, “Seiring berkembangnya zaman, semua orang berkomunikasi menggunakan tekhnologi, sisi positifnya memudahkan komunikasi dan memperoleh banyak informasi. Namun mengurangi sifat sosialisasi masyarakat secara langsung. Mari kita ikuti SIS ini secara baik, sehingga bisa memanfaatkan internet secara sehat,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa waktu lalu SIS telah berhasil terlaksana di SMPN 2 Bojonegoro dan SMAN 2 Bojonegoro. Untuk SIS kali ini dipandu secara meriah dan atraktif oleh Selamet, Seorang Trainer dari RTIK Bojonegoro yang akrab disapa “Kak Shela” dan Pemateri terkait Perkembangan teknologi Internet juga dampak negatif-positif nya oleh Nova Wijaya.
Terdapat kejutan pula ditengah-tengah penyampaian materi SIS, yakni kedatangan Kepala Diknas (Kadiknas) Bojonegoro, Drs. Hanafi, MM. Beliau ikut menguatkan materi SIS sembari bercerita perjalanan pendidikannya. “Saya teringat ketika 40 tahun lalu, dibanding pendidikan dahulu dengan sekarang, jauh lebih berkembang di sisi Teknologi. Cuma penggunaan Teknologi Informasi ibarat pisau, dimana penggunaanya harus bijaksana,” tandas Kadiknas.
Ratusan siswa-siswi SMPN Model Terpadu Bojonegoro sangat antusias mengikuti acara SIS sampai selesai. Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat mereka mendapatkan doorprize hadiah-hadiah persembahan EMCL. “Saya senang ikut acara ini, bisa mengenal lebih luas tentang internet,” kata Sukma Arya, salah seorang Murid Kelas 8 SMPN Model Terpadu Bojonegoro asal Kecamatan Sokosewu. *[JP]