Suaraairlangga.com, Bojonegoro – Dalam rangka menghadapi panen raya awal tahun 2016, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Kav Donovo Pri Pamungkas bersama Kabulog sub drive III Kabupaten Bojoengoro Efdal mengadakan Rakor percepatan penyerapan gabah dan beras dalam rangka SERGAP (Serap Gabah Petani) Se-wilayah Kabupaten Bojonegoro di Aula Ahmad Yani Kodim 0813 Bojonegoro pada rabu (23/0316) pukul 14.00. Rakor ini dihadiri 175 Peserta terdiri dari perwakilan Gapoktan, Pengilingan padi, UPT pertanian, PPL, Kodim 0813, Koramil dan Babinsa Se-Bojonegoro
Rakor ini dikemas diskusi panel, dan Letkol Kav Donovo selaku tuan rumah menghadirkan Efdal selaku Kabulog sub drive III Kabupaten Bojoengoro, Munifa dari STTP Malang dan Akh Jupari selaku Kadistan Bojonegoro. Menurut kapten infantri, Teguh Irianto selaku Pasiter Kodim, “Tujuan acara ini adalah untuk koordinasi percepatan serap gabah petani oleh Bulog guna mewujudkan ketahanan pangan nasional, dan harapannya Bulog bisa menyerap gabah sebanyak banyaknya dari petani,” kata Kapten Inf Teguh.
Sementara itu, Efdal Kabulog Bojonegoro menyampaikan, “Stock beras di gudang Bulog Bojonegoro sampai bulan maret 2016 sebanyak 421 ton sedang target Bulog akan menyerap panen sebanyak 37.328 ton dan sampai sekarang baru menyerap 329 ton, maka diharapkan dengan Rakor ini kami dapat merealisasikan target ini karena kedepannya hasil pertanian Bojonegoro dapat menyumbang ketahanan pangan nasional,” ungkap Efdal.
Namun di petani sendiri kenyataannya berbeda, hal itu dikeluhan Prayitno selaku Kepala UPT Pertanian Kecamatan Padangan Bojonegoro, “Sekarang hasil panen meningkat karena ada bantuan juga dari Kodim 0813 saat produksi terhadap petani, namun daya serap panen sangat rendah bahkan sangat merugikan petani karena permainan harga yang dibawah HPP, maka Bulog harus mempunyai solusi untuk mengatasi hal ini,” keluh Prayitno.
Inilah masalah klasik petani, begitu lemah kurang dukungan dan terjadi pembiaran selama bertahun-tahun, tidak ada kebijakan yang pasti yang berfihak terhadap kesejahteraan nasib petani, namun disisi lain petani diharapkan dapat menjadi garda terdepan ketahanan pangan. Semoga dengan hadirnya Kodim 0813 ini dapat sedikit membantu problematika yang selalu dihadapi petani Bojonegoro, terima kasih TNI. Sebagai bahan masukkan kedepannya Negara harus hadir dan selalu ikut berperan memberi perhatian terhadap pertanian mulai dari hulu-hilir. *[JP]